Islam dan Pancasila di Era Reformasi: Sebuah Reorientasi Aksi

Andar Nubowo

Abstract


Problem utama yang didiskusikan dalam tulisan ini adalah hubungan Islam dan Pancasila di Indonesia. Dengan menggunakan perspektif historis, hubungan Islam dan Pancasila mengalami perdebatan, sebagian kelompok menghendaki pancasila tidak bisa dijadikan dasar negara dan kelompok yang lain menerima pancasila sebagai dasar negara. Dalam pandangan penulis, kelompok yang tidak bisa menerima pancasila sebagai dasar negara masih ada di era reformasi. Hal ini nampak dalam beberapa gerakan ormas atau partai politik yang masih secara masif kampanye anti pancasila dan pada titik tertentu menggunakan cara-cara kekerasan. Proyek politik anti pancasila ini yang oleh penulis disebut dengan nalar syariatik yang hanya bersifat utopia.

Kata kunci: Islam, Pancasila, Syari’ah dan Demokrasi


Full Text:

PDF

References


Ahmad Syafii Ma’arif, “Demi Keutuhan Bangsa”, Republika, 11 Juli 2006.

Andrée Feillard et Rémy Madinier, La fin de l’innocence ? L’islam indonésien face à la tentation radicale de 1967 à nos jours, Irasec (Les indes savantes), Paris, 2006.

Cees Van Dijk, Rebellion under the Banner of Islam. The Darul Islam in Indonesia, Nijhoff, La Haye, 1981.

Dewi Candraningrum, Unquetioned Gender Lens in Contemporary Indonesian Sharia Ordinance (Perda Syariah), Al-Jami‘ah, Vol. 45, No. 2, 2007 M/1428 H.

Farid Esack, Al-Quran, Liberalisme, Pluralisme: Membebaskan yang Tertindas (Bandung: Mizan, 2000)

Horikoshi, Hiroko, 1975, “The Dar-ul-Islam Movement of West Java (1942-62): an Experience in the Historical Process”, Indonesia 20

International Crisis Group, Al-Qaeda in Southeast Asia: The case of the “Ngruki Network” in Indonesia, 8 August 2002.

Kuntowijoyo, Paradigma Islam: Interpretasi untuk Aksi (Bandung: Mizan, 1991)

Leo Suryadinata, Elections and Politics in Indonesia, Singapore: Institute of Southeast Asian Studies, 2002, hlm. 106

Lembaga Survei Indonesia, “Prospek Islam Politik”, Oktober 2007

_______, “Trend Orientasi Nilai-Nilai Politik Islamis vs Nilai-Nilai Politik Sekuler dan Kekuatan Islam Politik”, Oktober 2007.

Muhammad Thalib et Irfan S Awas (éd.), Doktrin Zionisme dan Idiologi Pancasila, Yogyakarta: Wihdah Press, 1999.

Moeslim Abdurrahman, Islam Transformatif (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995).

_______, Kang Thowil dan Siti Marjinal (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1995).

_______, Semarak islam Semarak Demokrasi (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996).

_______, Islam Sebagai Kritik Sosial (Jakarta: Erlangga, 2003).

_______, Islam Sebagai Kritik Sosial (Jakarta: Erlangga, 2003).

Olivier Roy, l’Echec de l’Islam Politique (Paris: Collection Esprit/Seuil, 1992).

R. Van Niel, The Emergence of the Modern Indonesian Elites, W. Van Hoeve Ltd, La Haye-Bandung, 1970.

Rémy Madinier, “Le Masyumi, parti des milieux d’affaires musulmans ?”, in Archipel, n° 57, 1999.

S. Yunanto (et.al.), Militant Islamic Movements in Indonesia and South-East Asia, Jakarta: Ridep Institute, 2003.

Saliman, “Kenakalan Remaja sebagai Perilaku Menyimpang Hubungannya dengan Keberfungsian Keluarga”, Makalah tidak dipublikasikan.

Todung Mulya Lubis, “Indeks Persepsi Korupsi 2010, Corruption as Usual”, Transparency International, Jakarta, 26 Oktober 2010.

William Liddle, “Media Dakwah Scripturalism: One Form of Islamic Political Thought and Action in New Order Indonesia”, in Mark R. Woodward (éd.), Toward a New Paradigm. Recent Development in Indonesian Islamic Thought, Temple: Arizona State University, 1996.




DOI: https://doi.org/10.31599/jkn.v1i1.13

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Keamanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.