Sinergi TNI-Polri dalam Deradikalisasi Terorisme di Indonesia

Dedi Prasetyo

Abstract


Radikalisme memiliki keterkaitan erat dengan terorisme, keduanya merupakan tindakan kekerasan atau ancaman bagi kehidupan masyarakat. Tindak kejahatan tersebut sesungguhnya dilakukan oleh sekelompok minoritas yang menolak dan sekaligus tidak percaya lagi pada sistem dan proses demokrasi yang ada. Gerakan tersebut menginginkan adanya perubahan sosial dan politik secara drastis dengan kekerasan, sedangkan agama dijadikan sebagai fondasi yang dipahami secara ekstrem. Keberadaan paham radikalisme memunculkan upaya untuk menanggulanginya, salah satunya adalah deradikalisme. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah upaya yang dilakukan para stakeholders yang bertanggungjawab mengemban tugas tersebut. Peran TNI-Polri dalam upaya deradikalisme perkembangan terorisme di Indonesia dinaungi oleh undang-undang, meskipun pada tataran lain, upaya yang dijalankan dipandang oleh banyak pihak masih belum terjadi sinergi yang optimal.


Keywords


Terorisme, Deradikalisme, Polri, TNI dan Indonesia

Full Text:

PDF

References


Amrullah, M. Arief. Money Laundering Tindak Pidana Pencucian Uang, Reorientasi Kebijakan Penanggulangan & Kerjasama Internasional. Malang: Bayumedia Publishing, 2003.

Asghar, Ali. Men-Teroris-Kan Tuhan: Gerakan Sosial Baru. Jakarta: Pensil-324, 2014.

Azra, Azyumardi. “Salafisme” dalam Harian Republika. Kamis, 14 April 2005.

_________. Makalah Islamic Radical Movement in Indonesia. Konferensi Internasional, The Link-up Terrorism in Southeast Asia, Center for Moderate Muslim, Jakarta, 2006.

Bahan Paparan kepada PPSA LIII Tahun 2015 pada kegiatan SSDN di Sulawesi Tengah oleh Direktur Intel Polda Sulteng. Sulawesi Tengah, 11 Agustus 2015.

Golose, Petrus Reinhard.Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach dan Menyentuh AkarRumput. Jakarta: Yayasan Pengembangan Kajian Ilmu Kepolisian, 2009.

Karnavian, Muhamad Tito. The “Soft Approach” Strategi in Copying with Islamist Terrorism in Indonesia. 2011.

_________. “Regional Fraternity: The Collaboration of Islamist Radical Group in Indonesia and the Philippines”dalam Daljit Singh (ed). Terrorism in South and Southeast Asia in the Comming Decade. Singapore: ISEAS, 2009.

_________. Indonesia Soft Approach in Countering Terrorism. Makalah disampaikan pada CENS-WISI Workshop on Radicalisation and De-radicalisation: Global Lessons Learned. Singapura: Hotel Marina Mandarin, 2-3 November 2009.

Lemhannas RI. Geostrategi dan Ketahanan Nasional Sub Bidang Studi Konsepsi Ketahanan Nasional. PPRA LIII, 2015.

Mbay, Ansyaad. Dinamika Baru Jejaring Tero di IndonesiaI. Jakarta: AS Production Indonesia, 2013.

Pembukaan (Preambule) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Peraturan Presiden Nomor: 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019.

Prasetyo, Dedi. Formulasi Kebijakan eksekutif Penggunaan Upaya Paksa sebagai bentuk Diskresi pada tahap Penangkapan Tersangka Tindak Pidana Terorisme. Malang: DisertasiUnibraw,2012.

Sidel, John T. Riots, Pogroms Jihad: Religious Violence in Indonesia. Singapore: Nus Press, 2007.

Smith, Anthony L. “Terrorism and the Political Landscape in Indonesia: The Fragile Post-Bali Consensus”, dalam Paul J. Smith (ed), Terrorism and Violence in Southest Asia: Transnational Challenges to State and Regional Stability. New York: ME Share, 2005.

Solahudin. NII sampai JI: Salafi Jihadisme di Indonesia. Jakarta: Komunitas Bambu, 2011.

Taskap Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIIILembaga Ketahanan Nasional RI tahun 2015 yang berjudul “Meningkatkan Sinergitas TNI-Polri dalam Deradikalisasi Terhadap Perkembangan Terorisme di Indonesia Guna Memantapkan Stabilitas Keamanan dalam Rangka Memperkokoh Ketahanan Nasional“.




DOI: https://doi.org/10.31599/jkn.v2i1.37

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Keamanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.