Disharmoni Hak Migran di Wilayah Perbatasan Berimplikasi Kejahatan Perdagangan Manusia di Luar Negeri

Endro Sulaksono

Abstract


Globalisasi migran merupakan hak migran untuk mencari peluang kehidupan yang lebih baik di daerah tujuan.Tidak selamanya tujuan migrasi sesuai harapan, terdapat fenomena kasus keimigrasian dan korban perdagangan manusia bagi buruh migran Indonesia di luar negeri yang berimplikasi terhadap kewibawaan pemerintah Republik Indonesia. Permasalahan terjadi karena adanya disharmoni hak migran yang dihadapkan pada dua pilihan yang belum terselesaikan antara pemahaman prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia dengan prinsip-prinsip penegakan hukum keimigrasian. Melalui pemolisian diharapkan dapat mengatasi permasalahan dengan mengedepankan kemitraan antara masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menciptakan keteraturan sosial.


Keywords


Migrasi, Globalisasi Migran, Disharmoni Hak Migran, Perdagangan Manusia, dan Pemolisian

Full Text:

PDF

References


Atmasasmita, Romli. Pengantar Hukum Pidana Internasional. Bandung: Refika Aditama, 2006.

Bassiouni, M. Cherif. “International Criminal Law”, Vol 1, Crimes. New York: Transnational Publisher.

Djaelani, Krishna. Kasubdit Pengawasan Kekonsuleran, Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia, Kemlu, 2014.

Ebbe, Obbi N. I. Causes of Trafficking in Women and Children. London: Global Trafficking in Women and Children, 2008.

GAATW. Definitions: Smuggled Person”? Bangkok, Smuggling and Trafficking: Rights and Intersection, 2011.

Giddens, Anthony. The Third Way: The Renewal of Social Democracy. Penerjemah: Ketut Arya Mahardika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999.

Hamidi, Jazim dan Charles Christian. Hukum Keimigrasian Bagi Orang Asing di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika, 2015.

ILO, “Domestic Workers Across the World: Global and Regional Statistics and the Extent of Legal Protection”, Geneva, 2013.

ILO, “Towards a Fair Deal for Migrant Workers in the Global Eonomy”, International Labour Conference, 92nd Session, 2004, http://www.ilo.org.

International Labour Organization (ILO). “Migrant Workers.” Convention No. 97, Article 11, Geneva, 1949.

International Organization of Migration (IOM). “World Migration Report: Migrant, Well-Being and Development”, 2013.

International Organization of Migration (IOM). Perbedaan Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia. Pedoman Penegakan Hukum dan

Perlindungan Korban dalam Penanganan Tindak Pidana Perdaganan Orang, 2012.

IOM. Penegakan Hukum terhadap Penyelundupan Manusia di Indonesia. Buku Petunjuk bagi Petugas, dalam Rangka Penanganan Kegiatan Penyelundupan Manusia dan Tindak Pidana yang Berkaitan dengan Penyelundupan Manusia, 2012.

J. B. Grossman. “Illegal Immigrants and Domestic Employment” dalam Industrial and Labor Relation Review. Vol. 37, No. 2 (1984).

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Siaran Pers Biro Informasi dan Persidangan, Nomor 01/Humas PMK/I/2015 (http://www.kemenkopmk.go.id, diakses tanggal 27 Februari 2016).

Kementerian Luar Negeri. “Kejahatan Lintas Negara”, dalam kemlu.go.id, diakses pada tanggal 6 Februari 2016.

Lucas, Robert E. B. “International Labor Migration in a Globalizing Economy”, Papers, Carnegie Endowment for International Peace Publication Department, Massachusetts Avenue, Washington, 2008.

Meliala, Adrianus et.al. Tinjauan Kritis terhadap Penyelundupan Manusia di Indonesia dan Berbagai Dampaknya. Depok: Departemen Kriminologi Universitas Indonesia bekerjasama dengan Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation, 2011.

Mines, Richard & Alain de Janvry. “Migration to the United States and Mexican Rural Development: A Case Study,”dalam American Journal of Agricultural Economics. Vol 64, No. 3 (1982).

Mueller, Gerhard O. W. “Transnational Crime: Definitions and Concepts”, dalam Transnational Organized Crime 4, No. 1998.

Muladi. Demokratisasi, Hak Asasi Manusia, dan Reformasi Hukum di Indonesia. Jakarta: The Habibie Center, 2002.

nasional.republika.co.id, diakses 28 Februari 2016.

nasional.sindonews.com, diakses 28 Februari 2016.

nasional.tempo.co.id, diakses 28 Februari 2016.

nasional.tempo.com, diakses tanggal 28 Februari 2016.

Nieuwenhuys, Celine dan Antoine Pecoud. Human Trafficking, Information Campaigns, and Strategies of Migration Control, Sage. American Behavioral Scientist, 2007.

Niriella, “Protection of the Female Domestic Migrant Workers: Concerns, Challenges and Regulatory Measures in Sri Lankan Context,” dalam International Journal of Humanities and Social Science, Vol. 4, No. 11 (September 2014).

Ollus, Natalia. Protocol Against the Summling of Migrants by Land, Air and Sea, Supplementing the United Nations Convention Against Transnational Organized Crime: A Toll for Criminal Justice Personel. Simon Cornell NCJ-206385.Resource Material Series No. 62, 2004.

Parthiana, I. Wayan. Hukum Pidana Internasional dan Ekstradisi. Bandung: Yrama Widya, 2003.

Pécoud, Antoine and Paul de Guchteneire. “International Migration, Border Controls and Human Rights: Assessing the Relevance of a Right to Mobility” dalam Journal of Borderlands Studies, Volume 21 No. 1 (2006).

regional.kompas.com, diakses 28 Februari 2016

Rijken, Conny. Combating Trafficking in Human Beings for Labour Exploitation. Brussel, 2010.

Rustam, Cahyono. “Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KJRI Jeddah.”Majalah KJRI Jeddah, Suara Indonesia, Edisi 2, Juli 2012.

Santoso, M. Iman. Diaspora: Globalisasi, Keamanan dan Keimigrasian, Cetakan I. Bandung: Pustaka Reka Cipta, 2014.

Todaro, Michael P. & Lydia Marusko. Illegal Migration and US Immigration Reform: A Conceptual Framework, Population and Development Review, Vol. 13, No. 1, 1987.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Manusia, Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 dan 7.

Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 2 Tahun 2002, tentang Kepolisian negara Republik Indonesia, Bab I, Pasal 2.

Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Bab 1, pasal 1, butir 32.

Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 43.

United Nation Convention Against Transnational Organized Crime (UNTOC). Its Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children (the Trafficking Protocol). Article No. 3 (a), 14 September 2005.

United Nation. International Migration Report 2002”, Department of Economic Social Affairs. Population Division, ST/ESA/SER.A/220. New York, 2002.

United Nations. Eigth United Nations Congress on the Prevention of Crime and the Treatment of Offenders. Havana, Cuba 27 August to 7 September 1990, A/Conf.144/7, 26 July 1990.

US Department of Justice. Trafficking in Persons Report. Washington, June 2002.

Wagley, John R. “Transnational Organized Crime: Principal Threats and U.S. Responses,” dalam Congressional Research Service (The Library of Congress, 2006).

Wahid, Nusron selaku Kepala BNP2TKI, “Risalah Rapat Dengar Pendapat antara Kepala BNP2TKI dengan Komisi IX DPR RI”, April 2015.

www.antaranews.com, diakses tanggal 28 Februari 2016.

www.bbc.com, diakses 09 Februari 2016.

www.bnp2tki.go.id, diakses tanggal 07 Februari 2016.

www.bnp2tki.go.id, diakses tanggal 27 Februari 2016.

www.kompasiana.com, diakses tanggal 18 Februari 2016.

www.republika.co.id, diakses 28 Februari 2016.

www.republika.co.id, diakses 28 Februari 2016.

www.suaramerdeka.com, diakses tanggal 28 Februari 2016.

www.tribunnews.com, diakses tanggal 15 Februari 2016.




DOI: https://doi.org/10.31599/jkn.v2i1.40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Jurnal Keamanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.