Penerapan Konsep ‘Pemaafan Hakim’ sebagai Alternatif dalam Menurunkan Tingkat Kriminalitas di Indonesia

Lukman Hakim

Abstract


Banyaknya kritikan tajam atas efektifitas pidana penjara yang ternyata tidak mampu menurunkan tingkat kriminalitas di suatu negara memerlukan alternatif penyelesaian lain dalam mengatasi hal ini. Selain itu, adanya penelitian yang menunjukkan bahwa hakim di Indonesia ternyata memiliki kecenderungan menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap perbuatan pidana dengan ancaman pidana di bawah 5 (lima) tahun yang tergolong tindak pidana ringan. Konsep Pemaafan Hakim bersaman dengan Tujuan Pemidanaan yang akan diterapkan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) di Indonesia dan telah juga diterapkan di beberapa negara merupakan salah satu alternatif penjatuhan pidana penjara pendek dan koreksi yudisial terhadap asas legalitas, di mana pada akhirnya diharapkan konsep ini dapat menurunkan tingkat kriminalitas yang ada.


Keywords


pemaafan hakim, kriminalitas

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Keamanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Jurnal Keamanan Nasional indexed by:

Publisher:

Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Puskamnas-UBJ)
GRHA Summarecon Lt.3
Jl. Raya Perjuangan, Marga Mulya, Bekasi Utara, Jawa Barat 17121
Phone: (021) 88955882, 88955883; Fax: (021) 88955871
Email: [email protected]

ONLINE ISSN: 2579-7727
PRINT ISSN: 2442-7985

Creative Commons License

Jurnal Keamanan Nasional by Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats