Optimalisasi Peran Polri dalam Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua

Binsar Hatorangan Sianturi, Margaretha Hanita

Abstract


Prevention and overcoming separatism is an important part of the government's agenda in realizing a safe and peaceful Indonesia. The implementation of development in all regions of the country within the framework of the Unitary State of the Republic of Indonesia is always accompanied by comprehensive efforts to prevent and overcome separatism. One of the complicated problems that still seizes a lot of attention from the nation and state of the Republic of Indonesia until now is undeniable is the separatist movement that develops in several regions of the Republic of Indonesia (NKRI). The separatist movement in Papua has now become an issue that has not yet found a solution based on a comprehensive and dynamic strategy in the context of adjusting to developments in Papua. Various police efforts have been and continue to be carried out in order to overcome separatism of armed criminal groups (KKB) in Papua. This study aims to examine the extent of the role of the Police in efforts to combat separatism in Papua and measures to optimize that role.

Keywords


separatism, conflict, disintegration, optimization

Full Text:

PDF

References


Djunaidi Maskat H. (1993). Manajemen Kepolisian Teori dan Praktik. Bandung: Penerbit Sanyata Sumanasa Wira.

Easthon, Matthew dkk. (2012). Masa Lalu yang Tak Berlalu: Pelanggaran Hak Asasi Manusia di Tanah Papua Sebelum dan Sesudah Reformasi. International Center for Transitional Justice.

Hanita, Margaretha. (2006). Strategi Pertahanan di Wilayah Perbatasan, Studi di Tiga Wilayah Perbatasan: Papua, Timor dan Kalimantan. Jurnal Aplikasi Kajian Stratejik , Vol 1 No 1.

Hanita, Margaretha. 2019. Cita-Cita Koreri: Gerakan Politik Orang Papua. Jakarta : UI Publishing.

I. Sujatmiko. 2001. Empat Kelompok Separatisme, Tempo, 4 Februari

Syamsul Hadi. (2007). Disintegrasi Pasca Orde baru: Negara, Konflik Lokal dan Dinamika Internasional. Jakarta: Yayasan Obor.

John RG Djopari. (2003). Pemberontakan Organisasi Papua Merdeka. Jakarta: Grasindo.

Joseph, H. Tieger. (1971). Police Discretion and Discriminatory Enforcement. Duke Law Journal.

Karnavian, Tito M. (2017). Polri dalam Penanganan Insurgensi di Indonesia. Jurnal Ilmu Kepolisian. Edisi 089. Agustus-Oktober.

Noor, Firman dkk. 2016. Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan : Perspektif Multidimesi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor.

Setyawan, dkk. 2010. Resimen Pelopor: Pasukan Elit yang Terlupakan. Yogyakarta: Mata Padi Pressindo.

Simon, Josias A. (2017). Analisa Jaringan Sosial dalam Menelusuri Budaya Menyimpang di Lembaga Pemasyarakatan. Jurnal Kriminologi Vol 1 No.1.

Soekanto, Soerjono. (2002). Teori Peranan. Jakarta: Bumi Aksara.

Referensi Lain

Wawancara dengan Asisten Kapolri Bidang Operasi Inspektur Jenderal Polisi Drs. Herry Rudolf Nahak., M.Si, tanggal 15 Mei 2020.

Wawancara dengan Perwira Administrasi dan Operasi Satgas Nemangkawi 2019-2020 Iptu Amin Syah, S.H., tanggal 20 Mei 2020.

Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprint/3731/XII/OPS.1.1./2018 tanggal 31 Desember 2018 perihal pelaksanaan operasi Kepolisian Terpusat Nemangkawi-2019 dalam rangka penegakan hukum terhadap gangguan keamanan yang ditimbulkan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/1786/VI/OPS.1.1./2019 tanggal 30 Juni 2019 perihal pelaksanaan operasi Kepolisian Terpusat Nemangkawi-2019 (perpanjangan) dalam rangka penegakan hukum terhadap gangguan keamanan yang ditimbulkan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprint/191/I/OPS.1.1./2020 tanggal 22 Januari 2020 perihal pelaksanaan operasi Kepolisian Terpusat Nemangkawi-2020 dalam rangka penegakan hukum terhadap gangguan keamanan yang ditimbulkan kelompok kriminal bersenjata (KKB).




DOI: https://doi.org/10.31599/jkn.v6i1.451

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Keamanan Nasional

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.